• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Terkontaminasi Limbah Industri, Perairan Laut di Padang Berubah Jadi Hijau

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Terkontaminasi Limbah Industri, Perairan Laut di Padang Berubah Jadi Hijau

ASIATODAY.ID, PADANG – Sebuah fenomena lingkungan mengagetkan para nelayan di Kota Padang, Sumatera Barat.

Perairan laut yang biasanya berwarna biru, secara tiba-tiba berubah warna menjadi hijau.

Baik masyarakat maupun ahli lingkungan menduga perubahan warna air laut itu imbas perubahan iklim dan pencemaran limbah industri.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Menurut Ahli lingkungan dari Universitas Negeri Padang, Endang Dewata, peristiwa menghijaunya sejumlah perairan di Kota Padang disebabkan dampak blooming alga atau ledakan populasi plankton yang diduga karena limbah industri.

“Limbah industri itu memacu tumbuh kembangnya alga di perairan laut, ditambah lagi dengan suhu dan cuaca yang mendukung,” terang Endang, saat dihubungi, Selasa (23/12/2019).

Endang mengatakan, alga atau ganggang hijau ini bisa membahayakan bagi kelangsungan habitat ikan di laut karena bisa mencemari oksigen di dalam air dan mengeluarkan toksin atau racun yang membahayakan bagi kelangsungan hidup ikan di laut.

Sejak laut berubah menghijau, ratusan nelayan yang berada di kawasan Bungus dan Gaung, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang mengeluh karena tidak mendapat hasil tangkapan ikan. Sebab, ikan-ikan yang biasanya berada di sekitar perairan tersebut berpindah ke perairan lain.

Sejauh ini, berbagai upaya sedang dilakukan untuk mendalami kejadian ini. Baik pemerintah maupun ahli, tengah melakukan penelitian untuk mengatasi fenomena ini. (ATN)

Tags: Konservasi LautLaut HijauLestarikan LautPencemaran LautPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction
  • A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.