• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Tumpahan Minyak di California Mencemari Garis Pantai dan Samudra Pasifik

by Redaksi Asiatoday
October 5, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tumpahan Minyak di California Mencemari Garis Pantai dan Samudra Pasifik 1

Tumpahan minyak di California mencemari garis Pantai dan Samudra Pasifik. Foto: outsiderig

ASIATODAY.ID, CALIFORNIA – Tumpahan minyak di lepas pantai California, Amerika Serikat (AS) telah mengakibatkan pencemaran secara luas. Selain mengakibatkan kematian ikan dan spesies burung, lahan basah di sekitar pantai juga turut terkontaminasi.

Sejauh ini, penjaga pantai Amerika Serikat (AS) masih menyelidiki penyebab pasti tumpahnya minyak. Diperkirakan 126 ribu galon atau 3.000 barel telah menutupi sekitar 13 mili persegi samudra pasifik.

Wali Kota Huntington Beach, Kim Carr, mengatakan minyak tumpah pada Sabtu pagi waktu setempat telah menciptakan bencana lingkungan hingga berpotensi menjadi bencana ekologis. Kota tepi pantai, sekitar 65 kilometer selatan Los Angeles, menanggung beban terberat dari tumpahan tersebut.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

“Lahan basah kami sedang terdegradasi dan sebagian dari garis pantai kami sekarang tertutup minyak,” ujar Carr, dikutip dari Reuters, Selasa (5/10/2021).

Tumpahan minyak itu disinyalir disebabkan oleh retakan yang terhubung ke anjungan minyak Elly dan membentang dari Dermaga Pantai Huntington hingga ke Pantai Newport.

Departemen Ikan dan Margasatwa California telah memerintahkan penutupan perikanan untuk wilayah pesisir yang terkena dampak tumpahan. Penutupan akan meluas dari Pantai Huntington ke Dana Point untuk wilayah pesisir dan akan diperpanjang hingga enam mil dari titik pesisir untuk wilayah lepas pantai.

Menurut Carr, pipa minyak itu dioperasikan oleh Beta Offshore, anak perusahaan California dari Amplify Energy Corporation yang berbasis di Houston.

“Dalam beberapa hari dan pekan mendatang kami menantang pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan segala kemungkinan untuk memperbaiki bencana lingkungan ini,” tegas Carr.

CEO Amplify Energy Martyn Willsher mengatakan pada konferensi pers di Long Beach bahwa pipa telah dimatikan dan minyak yang tersisa disedot keluar. Dia menjelaskan penyelam masih berusaha untuk menentukan di mana dan mengapa tumpahan itu terjadi. (ATN)

Tags: Amplify Energy CorporationBencana EkologiCaliforniaPencemaran LautSamudra PasifikSave OceanTumpahan Minyak
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.