• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Turki Temukan Cadangan Gas Alam Terbesar di Laut Hitam

by Redaksi Asiatoday
August 23, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wabah Corona Meledak di Turki, 3.013 Kasus Baru dalam Sehari, 501 Tewas

Negara Turki. Ist

ASIATODAY.ID, ANKARA – Turki baru saja mengumumkan penemuan gas alam terbesarnya di Laut Hitam. Cadangan ini diperkirakan mencapai 320 miliar meter kubik (11,3 triliun kaki kubik).

Presiden Recep Tayyip Erdogan berharap penemuan gas alam itu dapat mulai berproduksi pada 2023.

Dengan cadangan itu, Turki berpotensi mengubah ketergantungan impor energinya dari Rusia, Iran, dan Azerbaijan. Erdogan mengatakan, Turki pada akhirnya bertekad menjadi negara eksportir energi.

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

“Turki telah menemukan gas alam terbesar dalam sejarahnya di Laut Hitam,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi dari istana Ottoman di Istanbul.

“Cadangan ini sebenarnya adalah bagian dari sumber yang jauh lebih besar. Insya Allah akan lebih banyak lagi yang akan datang,” kata Erdogan sebagaimana dilansir VOA, Minggu (23/8/2020).

“Tidak akan ada henti sampai kami menjadi eksportir bersih energi,” lanjut Erdogan.

Analis mengatakan tidak jelas apakah 320 miliar meter kubik yang diumumkan tersebut mengacu pada perkiraan total cadangan gas atau jumlah yang dapat diekstraksi, tetapi bagaimanapun itu merupakan penemuan besar.

“Ini adalah penemuan terbesar Turki dan salah satu penemuan global terbesar pada tahun 2020,” kata Thomas Purdie dari konsultan Wood Mackenzie.

Banyak pejabat dan analis telah memperingatkan bahwa akan dibutuhkan waktu hingga satu dekade bagi gas dari Laut Hitam untuk dapat berproduksi. Selain itu juga akan dibutuhkan investasi miliaran dolar untuk komersialisasinya.

Gas tersebut ditemukan di perairan sedalam 2.100 meter, kata Menteri Energi Fatih Donmez, dengan pengeboran hingga 1.400 meter di bawah dasar laut. “Kami akan turun 1.000 meter lagi, dan data menunjukkan kami mungkin akan mendapatkan gas juga di sana.”

Dalam wawancara dengan penyiar TRT Haber, Donmez mengatakan pengoperasian gas di lapangan tersebut akan ditangani oleh perusahaan milik negara.

Pada Kamis (20/8/2020)Sumber Turki mengatakan kepada Reuters bahwa penemuan itu mengandung cadangan yang diharapkan mencapai 800 miliar meter kubik.

Selain Laut Hitam, Turki telah mengeksplorasi hidrokarbon di Mediterania. Kegiatan survei Turki di perairan yang disengketakan itu menuai protes dari Yunani dan Siprus. Erdogan mengatakan operasi di Mediterania tersebut akan dipercepat. (ATN)

Tags: ErdoganMigasTurki
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.