• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Darurat Polusi Udara, 41 Ribu Orang Meninggal di Iran

by Redaksi Asiatoday
December 16, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Darurat Polusi Udara, 41 Ribu Orang Meninggal di Iran 1

Kota Teheran, Iran diselimuti polusi udara. Dok

ASIATODAY.ID, TEHERAN – Iran menghadapi situasi darurat polusi udara.

Pasalnya, sepanjang 2022, tingkat kematian warga akibat terpapar polusi sangat tinggi. Hampir 42 ribu orang meninggal dunia menurut Somayeh Rafiei, seorang anggota komite lingkungan di parlemen Iran.

Somayeh Rafiei lantas mengkritik proposal baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

“Lebih dari 41.700 orang meninggal di negara itu pada 2021 karena partikulat 2,5 mikron atau lebih kecil,” kata anggota parlemen Somayeh Rafiei, sebagaimana dilaporkan Saudi Gazette, Kamis (15/12/2022).

Rafiei mengkritik proposal tersebut untuk mengurangi standar emisi pada beberapa kendaraan impor. Menurut Rafiei, biaya polusi udara ke negara itu lebih tinggi dari yang diharapkan.

Dia menunjukkan polusi udara di negara itu telah menyebabkan kerusakan tahunan sebesar US$7-US$11 miliar, sementara biaya tidak langsung belum dihitung.

Rafiei juga menyinggung Dewan Menteri karena menerima proposal tersebut tanpa terlebih dahulu melalui prosedur resmi yang diperlukan, dengan mengatakan ini bertentangan dengan undang-undang udara bersih negara itu.

“Sejak 21 Maret, jumlah hari tidak sehat dalam hal indeks kualitas udara di Teheran telah berlipat ganda dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penduduk di Teheran memiliki dua hari dengan udara segar tahun ini, sementara orang-orang Isfahan, Karaj, Ahwaz, dan Arak hanya memiliki satu hari,” jelasnya.

Teheran dalam beberapa tahun terakhir muncul sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia, dengan kualitas udara yang buruk memaksa penutupan sekolah dan bisnis. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: IranPolusi di AsiaPolusi Udara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.