• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Darurat Polusi Udara, 41 Ribu Orang Meninggal di Iran

by Redaksi Asiatoday
December 16, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Darurat Polusi Udara, 41 Ribu Orang Meninggal di Iran 1

Kota Teheran, Iran diselimuti polusi udara. Dok

ASIATODAY.ID, TEHERAN – Iran menghadapi situasi darurat polusi udara.

Pasalnya, sepanjang 2022, tingkat kematian warga akibat terpapar polusi sangat tinggi. Hampir 42 ribu orang meninggal dunia menurut Somayeh Rafiei, seorang anggota komite lingkungan di parlemen Iran.

Somayeh Rafiei lantas mengkritik proposal baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Lebih dari 41.700 orang meninggal di negara itu pada 2021 karena partikulat 2,5 mikron atau lebih kecil,” kata anggota parlemen Somayeh Rafiei, sebagaimana dilaporkan Saudi Gazette, Kamis (15/12/2022).

Rafiei mengkritik proposal tersebut untuk mengurangi standar emisi pada beberapa kendaraan impor. Menurut Rafiei, biaya polusi udara ke negara itu lebih tinggi dari yang diharapkan.

Dia menunjukkan polusi udara di negara itu telah menyebabkan kerusakan tahunan sebesar US$7-US$11 miliar, sementara biaya tidak langsung belum dihitung.

Rafiei juga menyinggung Dewan Menteri karena menerima proposal tersebut tanpa terlebih dahulu melalui prosedur resmi yang diperlukan, dengan mengatakan ini bertentangan dengan undang-undang udara bersih negara itu.

“Sejak 21 Maret, jumlah hari tidak sehat dalam hal indeks kualitas udara di Teheran telah berlipat ganda dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penduduk di Teheran memiliki dua hari dengan udara segar tahun ini, sementara orang-orang Isfahan, Karaj, Ahwaz, dan Arak hanya memiliki satu hari,” jelasnya.

Teheran dalam beberapa tahun terakhir muncul sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia, dengan kualitas udara yang buruk memaksa penutupan sekolah dan bisnis. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: IranPolusi di AsiaPolusi Udara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.