• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Dorong Kepulauan Natuna Jadi Geopark UNESCO

by Redaksi Asiatoday
November 25, 2019
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Dorong Kepulauan Natuna Jadi Geopark UNESCO

Kabupaten Natuna. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia berupaya secara maksimal untuk mendorong Kabupaten Natuna menjadi Geopark UNESCO.

Selain memiliki potensi besar dalam bidang sumber daya alam, letak geografis Natuna juga sangat strategis.

Indonesia Dorong Kepulauan Natuna Jadi Geopark UNESCO 1
Landskap Natuna. Foto : skyscrapercitybatam

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri memandang, dengan potensi tersebut sudah seharusnya Natuna dikembangkan secara berkelanjutan.

RelatedPosts

IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

ADB Bets on Vanuatu’s Future with $10 Million Lifeline for Economic Transformation

Salah satunya dengan mendorong agar wilayah Geopark Natuna dapat diakui oleh komunitas internasional. Geopark Natuna sendiri telah dinyatakan sebagai Geopark Nasional pada November 2018.

“Kami akan mengajukan Natuna sebagai Geopark internasional ke UNESCO. Semoga 2021 bisa terwujud,” ujar Dr. Siswo Pramono, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemenlu RI dikutip dari keterangan tertulisnya.

Siswo Pramono mengungkapkan hal itu dalam forum talk show berjudul “Engaging Potential Partners on the Sustainable Development of Indonesia’s Outer Islands: The Case of Natuna Islands”di Kantin Diplomasi Kemenlu RI, Jakarta, Senin 25 November 2019.

“Jika Natuna dinyatakan sebagai Geopark UNESCO, maka perekonomian dan berbagai sektor lainnya di kepulauan tersebut akan meningkat,” imbuhnya.

Siswo mencontohkan daerah Gunung Sewu di Gunung Kidul yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) pada 2015.

“Setelah menyandang status UGG, tingkat kemiskinan warga di Gunung Kidul terus menurun karena meningkatnya aktivitas perekonomian,” jelasnya.

Menurut data yang dipaparkan Siswo, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Gunung Kidul naik dari kisaran dua juta orang pada 2012 menjadi lima juta di tahun 2017.

Selain Gunung Kidul, Siswo juga mencontohkan kawasan UGG di negara tetangga Malaysia, yakni Langkawi. Area tersebut sudah ditetapkan sebagai Geopark global oleh UNESCO sejak 2007.

“Tingkat kunjungan ke Langkawi bahkan pernah naik hingga 100 persen. Kita bisa belajar dari hal ini,” papar Siswo.

Natuna adalah satu dari 111 pulau terluar di Indonesia. Status pulau terluar ini disebutkan dalam Dekrit Presiden No. 6 yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo pada 2017.

Presiden Jokowi pernah mengunjungi perairan Natuna pada Agustus 2016. Saat itu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia harus mampu mempertahankan integritas wilayah, termasuk di area terluar seperti Natuna.

Sebelumnya, Penasihat Menlu RI untuk Bidang Diplomasi Ekonomi Duta Besar Ina H. Krisnamurthi, dan juga Bupati Natuna H. Abdul Hamid Rizal menyampaikan pemaparan umum mengenai Natuna.

“Dalam potensi ekonomi, sektor perikanan Natuna memiliki potensi tangkapan seberat 700 ribu ton per tahun, dan sejauh ini sebagian kecil yang digarap,” terang Dubes Ina.

Di bidang pariwisata, Natuna memiliki banyak situs wisata pantai menarik, di antaranya Pulau Senua, Pantai Setanau, Sengiap, Teluk Depih, Pantai Batu Kasah, Pantai Teluk Selahang, Pantai Teluk Buton, Pantai Sisi, Pulau Kembang, Batu Seduyung, and Batu Catur.

Sementara di bidang energi, Natuna memiliki 290 juta barel cadangan minyak. Di Natuna juga terdapat 227 sumur minyak, yang terdiri dari 153 sumur eksplorasi, 34 dalam fase pengamatan dan 40 lainnya sedang dikembangkan.

Hadir dalam acara itu diantaranya Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Keiichi Ono, Direktur Program Bhakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H. Serad dan juga Raden Tomi Supratomo dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: GeoparkKemenlu RINatunaUNESCOZEE Natuna Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.