• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Tanaman Tropis di Indonesia Ampuh Obati Diabetes

by Redaksi Asiatoday
February 14, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tanaman Tropis di Indonesia Ampuh Obati Diabetes

Bayam barak (Aerva sanguinolenta) ampuh Obati Diabetes. Dok LIPI

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia menjadi rumah bagi spesies tanaman obat-obatan yang ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Obat-obatan herbal yang diperoleh dari ekstrak tumbuhan telah digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit dan gangguan klinis.

Tanaman-tanaman tropis dikenal banyak memiliki kandungan obat. Ragam dan jumlah sangat banyak, namun pengetahuan ilmiah yang tersedia relatif sedikit mengungkap tentang cara kerja, molekul spesifik yang terlibat, dan dosis efektif yang tepat.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Dikutip dari laman LIPI, Minggu (14/3/2021), penelitian ilmiah terhadap tanaman tropis untuk pengobatan ini dapat dimulai dengan meneliti satu area, seperti contohnya Bali.

Di Pulau Dewata ini, terdapat banyak tanaman tropis yang sudah lama digunakan oleh penduduk setempat untuk pengobatan. Orang Bali yang melakukan pengobatan tradisional disebut dengan usada oleh penduduk setempat. Istilah ini berasal dari bahasa sanskerta ausadhi yang berarti tanaman untuk pengobatan. Pengetahuan mengenai usada ini berasal dari India dan menyebar ke Bali pada abad ke-5.

Sebagai obat untuk gejala diabetes, ada beberapa tanaman yang biasa digunakan. Satu di antaranya adalah Aerva sanguinolenta yang lebih dikenal dengan bayam barak oleh masyarakat Bali, atau sambang colok. Tanaman ini merupakan belukar yang mudah dikenali karena warna daunnya yang merah keunguan. Sambang colok dimanfaatkan dengan merebus daun dan akarnya, kemudian hasil rebusan diminum untuk meringankan gejala diabetes.

Kandungan biologis yang terkandung di dalam tanaman ini adalah analgesic, anti-inflammatory, antimicrobial dan hepatoprotective. Selain untuk diabetes, tanaman ini juga dimanfaatkan untuk mempelancar datang bulan.

Adapula tanaman Centella asiatica atau dikenal dengan nama pegagan. Masyarakat Bali mengenal tanaman dengan tinggi kurang lebih 20 cm ini dengan nama Piduh. Rebusan daun pegagan diminum untuk meringankan gejala diabetes, bronkitis, hemoroid, dan dipercaya meningkatkan daya ingat.

Tanaman lain yang  hasil rebusan daunnya digunakan untuk pengobatan diabetes adalah daun mangga. Daun dari tanaman dengan nama ilmiah Mangifera indica ini juga digunakan untuk mengobati hipertensi. Daun yang biasa digunakan untuk pengobatan adalah daun yang sudah hijau dan segar. Kandungan biologis dalam daun mangga antara lain immunomudulatory, antibacterial, analgesic, dan antioxidant.

Selain untuk pengobatan, tanaman-tanaman tropis juga diambil manfaatnya untuk perawatan kulit atau kecantikan. Beberapa di antaranya adalah aloe vera atau lidah buaya yang memiliki banyak manfaat untuk meremajakan kulit, anti-acne, mengobati luka bakar, dan digunakan juga untuk perawatan rambut. Ada pula coix lacryma-jobi atau jali-jali yang hasil tumbukan bijinya digunakan sebagai regenerasi sel kulit mati. (ATN)

Tags: Keanekaragaman HayatiLIPI
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.