• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Membunuh Jutaan Nyawa, WHO Desak KTT COP26 Hentikan Energi Fosil 

by Redaksi Asiatoday
October 17, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pajak Karbon: Indonesia Sejajar Inggris, Jepang, dan Singapura

Emisi karbon yang bersumber dari Pembangkit Batubara. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk menghentikan energi fosil, demi menyelamatkan jutaan nyawa dari pemanasan global dan perubahan iklim.

WHO mendesak KTT COP26 untuk bertindak tegas mengatasi masalah iklim guna meningkatkan kesehatan masyarakat di seluruh dunia, pada Senin (11/10/2021).

“Pembakaran bahan bakar fosil membunuh kita. Perubahan iklim adalah satu-satunya ancaman kesehatan terbesar yang dihadapi umat manusia,” tegas WHO dalam laporan khusus COP26, dikutip dari situs WHO, Minggu (17/10/2021).

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Menurut Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, “Pandemi COVID-19 telah menyoroti hubungan yang intim dan rentan antara manusia, hewan, dan lingkungan kita.”

WHO meminta semua negara berkomitmen dengan sungguh-sungguh di COP26 untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius, sesuai dengan Perjanjian Paris 2015 yang ditandatangani sejumlah negara, termasuk Indonesia.

COP26 merupakan Konferensi Perubahan Iklim PBB yang akan diadakan di Glasgow, Inggris dari tanggal 31 Oktober hingga 12 November 2021.

Peningkatan kualitas udara, pola makan, dan aktivitas fisik merupakan bagian dari sepuluh rekomendasi WHO untuk mengatasi perubahan iklim dan menghindari dampak terburuk pada kesehatan atas krisis iklim yang terjadi.

Polusi udara misalnya, terutama yang berasal dari  pembakaran bahan bakar fosil, dapat menyebabkan kematian hingga 13 orang per menit di seluruh dunia.

“Menurunkan tingkat polusi udara berdasarkan pedoman WHO, misalnya, akan mengurangi jumlah kematian global akibat polusi udara hingga 80 persen,” ujar Maria Neira, direktur lingkungan, perubahan iklim, dan kesehatan WHO. (ATN)

Tags: Climate ChangeGlobal WarmingKTT Iklim COP26Perubahan IklimWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.