• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Planet Bumi Sudah Rusak, Kepemimpinan AS Jadi Kunci Atasi Darurat Iklim

by Redaksi Asiatoday
December 3, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Efek Covid-19, Ekonomi Dunia Mundur Puluhan Tahun

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Ist

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Gutteres, mengingatkan kepada dunia bahwa saat ini manusia sedang menghadapi tantangan alam yang sangat berat. Secara khusus Gutteres menyebutkan bahwa kepemimpinan AS jadi kunci keberhasilan melawan masalah lingkungan global.

Dalam pidatonya di Universitas Columbia, New York, Rabu (2/12/2020), Gutteres menyatakan bahwa: “Keadaan planet ini (Bumi) sudah rusak”.

Secara khusus Gutteres menyoroti gentingnya perubahan iklim dan berharap netralitas karbon global perlu dicapai dalam tiga dekade ke depan. Untuk mencapai hal tersebut, keuangan global harus diselaraskan di belakang kesepakatan global 2015 untuk memerangi perubahan iklim.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Menurut Gutteres, perlu adanya terobosan mengenai cara adaptasi demi melindungi dunia terutama bagi masyarakat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

“Saya yakin bahwa tidak ada cara untuk mengatasi darurat iklim di dunia tanpa kepemimpinan AS,” kata Gutteres, dikuitp dari Reuters, Kamis (3/12/2020).

Munculnya nama AS sebagai kunci dalam mengatasi masalah iklim global bukan tanpa alasan. Gutteres mengatakan bahwa kesepakatan global untuk memerangi perubahan iklim tidak akan mungkin terjadi tanpa kepemimpinan Presiden AS saat itu Barack Obama.

Sayangnya, setelah Obama turun jabatan, AS seolah abai akan masalah perubahan iklim. Penerusnya, Donald Trump, menyebut perubahan iklim sebagai “hoax”, meragukan sains, dan pada 2017 menarik AS keluar dari kesepakatan perubahan iklim global.

“Saya percaya bahwa rakyat Amerika akan memastikan bahwa negara ini akan mengambil alih kepemimpinan global yang diperlukan agar aksi iklim berhasil,” ungkap Gutteres.

Bulan lalu, sebuah kelompok yang mewakili investor Eropa dan AS dengan aset kolektif USD30 triliun, memperingatkan bahwa AS akan berisiko tertinggal dalam perlombaan untuk menciptakan ekonomi global yang lebih bersih jika meninggalkan kesepakatan iklim global.

Harapan mulai muncul kembali setelah Gutteres dan presiden AS terpilih, Joe Biden, mengadakan pembicaraan terkait upaya memerangi perubahan iklim pada hari Senin (30/11) lalu. (ATN)

Tags: Climate ChangePerubahan IklimSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership
  • Indonesia’s Mineral Transformation: Moving Up the Global Value Chain
  • Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access
  • Global Investors Eye Central Java as Asia’s New Industrial Frontier
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.